(almost)3rd Month…

February 5th, 2008 by h4n2k

segala bentuk keindahan terjadi
nyata bagai ilusi metafora
halusinansi semu seperti mimpi
bahkan tak sekecap indera menikmatinya

dan, sendiri lagi kini
berteman dengan sunyi
rasa hambar di pagi hari
menikmati malam yang sepi

nyata bahwa berat melangkahkan kaki
melupakan rasa terkandung dalam diri
walau sedikit namun sakit mengiris hati
biarlah mengalir dengan sendiri

semua keindahan yang mungkin semu
cinta yang pernah bersemi dahulu
dan semua kesedihan yang berlalu
akan tetap membekas dalam kalbu
tak pernah terlupakan pada untaian waktu
memberikan arti dalam hidup tanpa jemu

untuk sejenak tibalah saatnya
melepaskan sebentuk cinta
bukan berarti membenci makna
berharap untuk tidaklah lama

berhenti sejenak dari keinginan rasa
menghirup nafas panjang jauh dari hasrat dunia
sebuah komitmen atas dasar perasaan cinta
walau mungkin waktu berputar terasa lama

pun langit tersenyum selalu dengan riang
angin semilir menggoda dengan senang
indah dengan awan yang berarak memandang
walau tekadang mendung hitam menghadang

pun jalur kehidupan bagai sebilah pedang
terus berjalan maju dengan begitu garang
meski kesedihan itu akan sering datang
tetapi cahaya harapan tidak akan hilang
dan kegembiraan akan menghampiri lebih panjang

~fin~
07:49 06.02.2008

sorry you can’t accept my love

January 21st, 2008 by h4n2k

Akhirnya sampai juga pada ujung perjalanan
dimana perasaan cinta itu sampai di pemberhentian
dan ketika semuanya itu tiba-tiba berakhir dengan kesedihan
kembali kepada keadaan dengan seluruh niat dalam kebaikan

semuanya begitu cepat seperti dalam impian
pun bahkan baru sekejap saja raga ini merasakan
denyut-denyut keindahan dalam sebuah getaran
memperdaya semua indera dalam berjuta angan

karena tidak ada yang pantas untuk salah
walaupun keindahan ini menimbulkan masalah
meskipun tidak ingin rasa-rasa ini berubah
pun apalah daya awan di langit juga berubah

ternyata diriku ini tak lebih dari
seorang punuk yang ingin menggapai tingginya rembulan
ternyata diriku ini tak pantas lagi
mendapatkan sebentuk rasa dalam untaian keindahan

merangkai kembali serpihan hati untuk kesekian kali
melayang mengepakkan kedua sayap patah di angkasa
biarlah angin akan membawa ke tempat yang tinggi
memandang lurus ke depan bebas lepas melupakan lara

08:29 22.01.2008

2nd Month

January 4th, 2008 by h4n2k

Tak terasa waktu berlalu dengan begita cepat
membawakan perjalanan ke dalam sebuah bentuk baru penantian..
pun begitu besar keinginan itu
untuk merasakan kembali kehangatan cinta
yang pernah belum lama terasa begitu indah
dengan aroma wangi yang merasuk jiwa
dan rasa aneh menghangatkan seluruh raga

tergiang dalam diri sebuah lagu lama tentang cinta
melantunkan beberapa bait tentang kisah dua manusia

Loving You - D’Cinnamons

Ring ring, it’s you again!
Heart popz!
I loved to hear you
It’s been all day I’ve been waiting for you

"Hello!"– you call my name
So much story you shared with me
You said a lot
To me about
Girls,…..
Oh it’s so nice

& every beauty thing they did to you
don’t stop & tell me more…!

Loving you it hurts sometimes,
I’m standin here you just don’t bye…
I’m always there you just don’t feel or you just don’t wanna feel…

Don’t wanna be hurt that way,
It doesn’t mean I’m givin up!
I wanna give you more.. & more.. & more…

Knock – knock, u came around!
Heart popz!
I loved to see you
It’s been 2 years months since I’m in love with you..

Bum!bum! you break my heart!
You said,"Girl,…. I’m in love with her.."
But it’s allright
I’m still alive
Yeaa…
Yeaaa…?

– & all the beauty thing she did to you
Don’t stop & tell me more..!

Loving you it hurts sometimes,
I’m standin here you just don’t bye…
I’m always there you just don’t feel or you just don’t wanna feel…

Don’t wanna be hurt that way,
It doesn’t mean I’m givin up!
I wanna give you more.. & more.. & more…

& when I see that smile upon your face….
Deep in your eyes you had it all

& when I hear you super electrical voices … ……………………….oooooooooooooooooooooohhhhhhh yeaaaaaa

Terjebak 4 Jam di Malam Idul Adha 1428H (Sebuah petualangan di Surabaya) Part 2 - End

December 26th, 2007 by h4n2k

Masuk ke dalam peron dulu sambil mencari tempat makan yang biasa dibeli bersama saudaraku. Sebuah restoran makanan cepat saji, memang maslah rasa nomer dua tapi daripada mau mencoba gambling atau untung-untungan di tempat lain yang mungkin rasanya tidak jelas. Sambil menunggu antrian duduk melantai di pinggir restoran cepat saji itu sambil mengirim beberapa sms ke teman dan sebuah sms ke seseorang yang memiliki ruang paling besar di hati setelah Gusti Allah dan Kanjeng Nabi. Setelah mengirim sms, ternyata kulihat jumlah pulsa yang tersisa tinggal 23 rupiah. Wah harus menunggu offpeak untuk mengirim sms lagi ke dia.

Akhirnya kami bersepakat untuk membeli makanan di restoran tersebut. Kemudian mengisi perut lapar dengan membeli ayam krispy dan nasi 2 dengan santai duduk melantai. Belum beberapa lama  berselang, masih beberapa suapan masuk di mulut Frida baru teringat kalo dia lupa kalo pulsanya belum dimasukkan. Sedangkan voucer isi ulang itu sudah disobek-sobek. Segara kami mencari sobekan kartu voucer yang berada di tempat itu. Bebarapa diantaranya ada di bawah orang-orang yang duduk ditempat itu. Akhirnya semua sobekan berhasil dikumpulkan dan voucer tersebut berhasil diselamatkan.

Setelah makan, sekitar pukul stengah 9 aku dan Frida berjalan ke arah mushola yang ada di dalam terminal terebut. Sekitar jam sembilan kurang seperempat kami akhirnya ke arah tempat pemberangkatan bus. Terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara jumlah penumpang dan jumlah bus. Jumlah bis yang datang sangat sedikit, sedangkan penumpang begitu mebeludak. Saat itu Frida cukup senang walaupun masih terlihat capek, karena pacarnya menelpon dia dan memberikan semangat. Dalam percakapan itu dia sempat menititpkan Frida kepada orang yang berada disampingnya, yaitu aku.

Karena keadaan di tempat pemberangkatan tidak memungkinakan untuk naik bus, dan setiap bus yang datang pasti sudah terisi penuh oleh penumpang. Maka aku memutuskan untuk berjalan ke arah tempat parkir bus yang berada tidak jauh diari tempat pemberangkatan tersebut. Untuk bus jurusan Malang-Jogjakarta-Solo banyak yang sudah akan berangkat. Sedangkan bus jurusan ke Malang belum terlihat. Kami berjalan menyusuri parkir untuk mencari bus yang ke arah Malang tersebut. Setelah beberapa lama mencari ada sebuah bus yang baru masuk ke dalam terminal, bus Pangeran jurusan ke Malang. Anehnya bus tersebut sama sekali tidak mau untuk mengangkut penumpang, temasuk kami. Bus tersebut langsung menuju ke arah parkir. beberapa calon penumpang sempat mendekati sang sopir untuk bertanya, dari mereka aku menanyakan kenapa bus tidak berangkat. Sang sopir mengatakan bahwa keadan diluar masih macet dan situasi di porong masih macet juga. Selang beberapa lama kami menunggu bus lain yang datang ke parkir tersebut. Akhirnya sekitar pukul 9 malam dapat naik bus Pangeran ke arah Malang tadi, dengan sedikit berebut Frida masuk kuminta masuk duluan dan mencari kursi. Kami mendapat tempat agak belakang di sebalah kanan. Sedikit rasa lega karena sudah mendapat tumpangan untuk pulang ke rumah. Tidak perduli mau sampaijam berapa bisa sampai rumah.

Diatas bus yang melaju aku pun menyandarkan diri di bus. Sambil berbincang-bincang santai melepas sedikit ketengangan yang baru saja terjadi. Banyak hal yang kami bicarakan, sampai-sampai tidak jelas lagi kemana arah pembicaraan kami. Mulai dari hal-hal percintaan dan romantisme sampai masalah petualangan dengan alam. Pada kesempatan itu lebih banyak kami membicarakan pasangan masing-masing. Ada beberapa hal yang cukup menarik yang kami bicarakan, diantaranya mengenai hubungan antara cinta dan ikhlas. Dimana ikhlas adalah perbuatan tanpa mengharapkan imbalan apapun sedangkan cinta membutuhkan balasan yang sama dari yang dicintai, bisa jadi cinta itu mengharapkan imbalan. Juga sedikit membahas mengenai benar dan salah dalam hal cinta, mengenai kebenaran yang relatif karena sangat mungkin untuk tidak ada yang salah. Akhirnya, kutumpahkan juga sedikit penasaranku kepada seseorang. Sambil menunggu waktu menunjukkan pukul 22 untuk dapat mengirimkan beberapa kerinduan kepada pujaan hati. Walaupun tidak banyak berharap untuk dibalas, karena dia baru saja sakit. Betapa senangnya aku, ternyata dia membalas pesan singkatku. Beberapa kali aku dan dirinya berbalas sms. Sambil kutanyakan keadaannya, kujelaskan bahwa aku baru saja terjebak di Surabaya dan sekarang sedang pulang ke Malang. Andai saja dia tahu apa yang sedang bergejolak dalam hati ini, dan betapa aku merindukan dirinya. Di lain sisi Frida sibuk berusaha menghubungi pacarnya, dia kesal karena sang pujaan hatinya tidak mengangkat telepon. Frida pun memintaku dengan sedikit memaksa, agar mau untuk menelepon rumah pacarnya itu. Ternyata pada saat kutelepon ke rumah, adik perempuannya memberitahukan bahwa sang kakak sudah tidur. tentu saja Frida bertambah kesal dan sedikit ngambek gara-gara dicuekin sang pacar. Sambil bercanda aku berusaha menggoda agar hatinya terhibur. Pembicaran kami pun semakin berkurang seiring dengan larutnya malam.

Malam itu bus melaju dengan lancar. Cukup melegakan sekaligus mengherankan, mengingat kemacetan yang luar biasa tadi seolah-olah lenyap begitu saja. Di daerah porong pun, terjadi kemacetan tapi tidak begitu parah dan mudah dilewati. Walaupun sempat was-was juga karena bus bergoncang cukup keras pada waktu melewati pingiran jalan yang sangat berlubang. pak sopir sengaja mengambil pinggir jalan yang berlubang dan berkubang lumpur agar lebih cepat. Perjalanan selanjutnya berjalan lancar dan tidak menemui kencala. Sampai setelah daerah pasar lawang Frida menghubungi ayahnya agar dijemput di dekat perhentian bus di daerah dekat pasar Singosari. Akhirnya di Singosari Frida turun dan mungkin langsung pulang ke rumah dengan sepeda motor bersama ayahnya. Terdengar berita bahwa keesokan harinya sang pacar datang ke rumahnya.

Sekarang tinggal aku sendirian sambil memandang keluar kaca jendela bus. Kondisi dalam kendaraan itu cukup hening karena para penumpang banayak yang beristirahat, dari tadi kuperhatikan memang kami yang paling banyak berbicara. Sebentar kulihat ke belakang kedua cewek berjilbab yang duduk di kursi belakang. Mereka terlihat tertidur, kalau mengingat kejadian sebelum bis berangkat sempat tersenyum juga. Salah satu dari cewek berlilbab tadi sempat mengantamkan tasnya ke pelipis kepalaku saking paniknya. Dan meminta orang disana untuk menjaga tempat duduknya, karena mau memanggil temannya yang masih di luar. Menunggu sebentar untuk sampai di terminal Arjosari. Sambil kuangkat kedua kaki aku mengamati ke luar suasana kota yang lengang dan sepi.

Tidak berapa lama kemudian bus sampai di terminal. Aku langsung turun lewat pintu depan bis sebelah kiri, waktu itu klihat para calon penumpang yang berlari untuk naik bus yang aku tumpangi tadi. Ternyata di Arjosari juga terjadi penumpukan penumpang di malam Idul Adha ini. Aku pun segera keluar lewat jalan sebelah toilet seperti biasanya. Setelah mengambil sepeda motor dan membayar parkir, dengan santai aku memacu motorku untuk pulang ke rumah. Pada waktu di jalan, karena perut terasa lapar kuputuskan untuk membeli tahu campur di daerah Dinoyo. Namun ternyata tahu campur yang biasanya dibeli bersama teman-teman sudah tutup. Karena saking ingin dan lapar, akhirnya kutemukan sebuah warung tahu campur di daerah pasar Dinoyo. Setelah makan dengan lahap walaupun cita rasa yang disajikan tidak begitu sesuai dengan
selera, aku bergegas pulang ke rumah dengan cepat. Alhamdulillah, akhirnya sekitar pukul 12 malam sampai dirumah dengan selamat.
(end of case…)

Terjebak 4 Jam di Malam Idul Adha 1428H (Sebuah petualangan di Surabaya) Part 1

December 20th, 2007 by h4n2k

Pada sebuah sore hari menjelang malam Idul Adha, aku memutuskan untuk kembali ke Malang setelah beristirahat sejenak di kediaman kerabat. Sebenarnya siang itu sebuah urusanku ke Surabaya sudah selesai, karena tidak tergesa-gesa untuk pulang aku menghubungi temanku temanku frida yang sedang menjalani training dan menawarkan kembali apa jadi untuk pulang bersama ke Malang.Sekitar pukul setengah empat sore menunggu bus kota di daerah Tunjungan Plasa. Lumayan lama menunggu, entah mengapa bus jurusan TP ke Bungurasih sama sekali jarang terlihat. Kalaupun lewat isinya sudah penuh dengan penumpang yang berdesakan berdiri. Setelah lama menunggu akhirnya kuputuskan untuk berjalan ke arah halte bus yang berjarak tidak jauh dari tempat itu.

Pukul 4 sore akhirnya naik sebuah bus DAMRI ber AC, alhamdulillah masih mendapat tempat duduk agak belakang. Sekitar pukul 5 sore bus terasa melaju lambat. Gila, ternyata terjadi kemacetan yang lumayan. Sampai di daerah kebun binatang surabaya, bus berjalan merangkak. Kemacetan disana sudah bertambah parah. Beberapa kali aku senpat mengirim sms sambil bertanya dimana posisi frida. Dia membalas tidak tahu sambil berpesan untuk pulang terlebih dahulu daripada nanti pulang kemalaman. Kemudian aku membalas smsnya sambil mengatakan untuk pulang bersama-sama aja measkipun nanti pulangnya malam.

Keadaan di luar pada saat itu sudah benar-benar macet. Baru kali ini aku di Surabaya dan melihat dengan mata kepala sendiri kemacetan yang luar biasa. Pukul setengah enam sore bus kota baru sampai di daerah Royal plaza. Di seberang kanan jalan juga terjadi kemacetan, walaupun tidak separah arah ke Bungurasih. Sekitar jam 6 kurang seperempat aku mencoba untuk mendengarkan suasana di luar bus barangkali bisa terdengar suara adzan, karena terlalu gaduh akhirnya kuputuskan untuk menyalakan radio di hp dengan memasang headset terlebih dahulu. Selang tidak begitu lama akhirnya terdengar di radio suara adzan. Karena belum benar-benar yakin aku menayakan ke frida dengan sms. Setalah yakin sudah masuk waktu terbuka, akhirnya berbuka di bus dengan sebuah coklat silverqueen dan sebotol aqua. Sebuah kejadian yang sudah lama tidak kualami.

Kemacetan pun semakin luar biasa saat bus sampai di daerah bundaran Waru. Di ruas kiri jalan berbagai kendaraan besar memenuhi jalan dan bergerak sangat lambat, mulai kendaraan pribadi sampai truk-truk tariler besar saling menumpuk, bahkan sepeda motor pun sulit untuk melaju menembus kemacetan tersebut. Setelah sempat berbincang-bincang dengan penumpang di sebelahku cukup lama, akhirnya kuputuskan harus turun untuk jalan meskipun jarak  dari bus ke terminal masih cukup jauh. Sekitar pukul enam seperempat memutuskan untuk jalan kaki ke arah Medaeng.

Kondisi tanah di pinggir jalan masih cukup lembek karena barusan diguyur hujan. Hujan rintik-rintik turun dengan cuaca yang masih lumayan hangat untuk ukuran kota besar ini. Sambil berjalan cepat, kusempatkan untuk mengirim pesan singkat ke hp frida untuk memberitahukan dimana posisinya sekarang. Dan memintanya untuk turun dan berjalan kaki saja jika sudah dekat di daerah terminal. terlihat di ruas jalan banyak juga para pejalan kaki yang turut melangkahkan kaki ke arah terminal. Sedangkan di jalan sudah benar-benar macet, banyak bus yang sudah ditinggalkan penumpang. Setelah cukup seperempat jam berjalan sampai di daerah pertigaan Medaeng. Dimana biasanya para penumpang banyak yang turun untuk naik bus ke luar kota. Di daerah itu bus-bus dan kendaraan sudah benar-benar berhenti. ternyata temanku frida sudah sampai di  terminal, aku mengatakan kepadanya untuk menunggu di tempat yang mudah dilihat. Seperti di mushola terminal atau tempat turun bus. Sambil kupercepat langkahku aku menyusuri sela-sela bus agar lebih cepat dan menghindari banyak orang yang ikut berjalan ke arah terminal. Pukul 7 malam baru sampai di terminal bungurasih setelah tepat di depan terminal melihat kendaraan benar-benar tidak bisa masuk.

Di terminal yang terlihat pemandangan yang cukup unik. Dimana hampir tidak ada bus yang masuk terminal, tapi banyak sekali para penumpang yang berkeliaran disana. Mungkin terjadi penumpukan penumpang gara-gara keadaan di luar yang macet total. Terdengar rumor oleh pedagan di sekitar terminal bahwa kemacetan ini sudah terjadi mulai pukul 2 siang. Setelah masuk terminal, kemudian aku mengirim sms ke frida untuk menghetahui dimana posisinya. Karena aku tidak hafal terminal ini, maka cukup lama kami kucing-kucingan sama-sama bingung untuk mencari posisi satu sama lain. Akhirnya setelah setelah beberapa telepon dan setelah pencarian yang cukup unik dan  menegangkan. akhirnya bertemu dengan teman satu perjuangan :). Frida terlihat sudah capek dengan wajah yang kusam bercampur panik.

(bersambung..)

1st Month…

December 5th, 2007 by h4n2k

Tanpa terasa hitungan bulan pun mengenapi makna
sebuah pertautan kata-kata cinta
terangkai manis dan pahit dalam percampuran rasa
limpahan anugerah sang Maha Kuasa

sungguh ingin ada seseorang datang disini
terbang di langit dan menembus cakrawala
memeluk jiwa yang sepi
menawarkan segala lelah dan dahaga
memenuhi isi relung-relung hati
kembali penuh dengan energi-energi cinta

apakah ini semua hanyalah prasangka belaka
dalam sebuah penyimpangan akal semata
atau hanya sebuah kegundahan di jiwa
bahkan hanyalah ketakutan tanpa makna

mencoba pahami arti sebuah kata
atas bagaimana jalan cinta
dan segala bumbu-bumbu keunikannya
mencoba untuk menerima
atas keadaan dan realita
dan segala bentuk aroma yang ada
mencoba syukuri dengan segenap jiwa
atas semua anugerah diterima
dan berbagai keindahan tak terkira

03:06-06:05 06/12/2007

PS:
Dedicated for someone
Just 4 U

Sebuah Percakapan di pagi hari yang indah

November 16th, 2007 by h4n2k

 Dalam sebuah pagi hening yang menabjubkan. Seorang sahabat telah melontarkan beberapa isi jiwanya.Tentang seorang mahklukNya yang begitu menancap dalam kalbu. Dan tentang kegundahannya akan rasa sayang. serta beberapa titik luberan embun rindu yang menetes dari kata. Karena sedang ada jarak yang cukup untuk membuatkan rasa itu. Tanpa terasa percakapan tadi mengalir. Ke dalam sebuah kata-kata ringan tapi penuh dengan semangat. Semangat untuk menjadikan sesuatu lebih baik. Semangat untuk dapat bersua dan mendekatkan diri kepada Sang Maha Esa.

Sebuah awal dengan berniat sebagai bentuk ibadah. Merupakan suatu menifestasi seorang manusia untuk Nya.Dengan harapan untuk menyempurnakan separuh agama. Walaupun kadang sering melenceng karena adanya godaan, tapi setiap hari selalu berusaha untuk meluruskan niat. Dan selalu ingin bersyukur atas semua bentuk limpahan kasih sayangNya yang tak tehingga kepada semua mahklukNya ini bagaikan air hujan yang turun dari langit. Aku gak pernah menyangka kalo Sang Maha Kasih menurunkan sebuah berkah diantara kami berdua. Dengan memberikan sedikit nikmatnya berupa rasa cinta. Sampai sekarang pun aku masih dibuat terpana atas cahaya-cahaya kebesaranNya itu. Dan tak percaya dengan bergumam "koq iso yo".Hadir begitu saja dan benar-benar merupakan pengisi kekeringan dalam dahaga jiwaku.

Yah ternyata kami semua ini memang belum banyak belajar. Dan masih banyak roman-roman kehidupan yang harus dipelajari. Seperti kata-kata indah sahabatku tadi, mengenai makna bertasbih. " Apakah bagi tanah, angin, tanah, air dan batu mereka mendapatkan rasa cinta yg sama seperti sentilan cinta yg diberikan?". Mereka semua yang memberikan kita arti bagaimana untuk bertasbih kepada sang maha pengatur. Selalu mentasbihkan kebesaran ilahiyah dengan menjalani apa yang diebut dengan sunnatullah. Akhirnya begitu juga dengan apa yang ingin kami contoh dari mereka.Bertasbih untuk melaksanakan dan mendapat keberkahan dariNya, jika
memang dia dekatkan, jika bukan jauhkan. Semoga semua mendapatkan yang terbaik dariNya. ^_^

07:35 - 09:03 17/11/2007

~Secuil kerinduan dalam malam yang sepi~

November 14th, 2007 by h4n2k

Dalam sebuah malam yang sepi kusempatkan diriku untuk menuliskan apa yang terlintas dalam pikiranku. Dan gejolak jiwa yang terbesit dalam jiwaku untuk sedikit berteriak. Bahwa diriku ini sangat merindukan hangat perhatianmu. Dan menginginkan sebentuk lantunan merdu nada-nada yang terucap dari kelembutan hatimu.

Mungkin tidak bisa kuperlihatkan kemesraan yang sangat menggoda. Seperti yang orang perlihatkan kepadamu. Pun, tak dapat kuberikan sebuah pelukan hangat untuk saat ini. Dan tidak dapat memandang seluruh jiwamu dengan kasat mata. Ataupun selalu menemani hari-harimu dengan selalu disampingmu. tetapi semua itu bukan berarti mengurangi keinginanku untuk serius melakukannya dengan dirimu.

Walaupun tidak dapat mengungapkannya secara terbuka. Meskipun dengan sedikit deringan telepon yang dapat mempertautkan hati. Ada sedikit rasa cemas tercipta jika aku melakukannya. Padahal saat itu ragamu sangat ingin untuk merebahkan diri dalam empuknya lautan kapas.Dan membebaskan sedikit pikiran dari hiruk pikuknya dunia siang yang begitu gegap gempita.

Maka ijinkalah diriku ini untuk, menuliskannya dalam untaian kata-kata yang tak beraturan. Walaupun bahkan mungkin tidak memiliki sedikitpun romansa keindahan yang mendayu.Ataupun bisa membentuk puisi yang memiliki kesempurnaan rima. Ijinkanlah sedikit saja, untuk menumpahkannya dalam sebuah bentuk paragraf. Yang dapat mewakili sebentuk kesungguhan hatiku ini padamu. Bahwasanya malam ini, disini, dan saat ini aku sangat merindukanmu..

my sweetheart

23:26 14/11/2007

setelah penantian yang sangat mendebarkan

November 6th, 2007 by h4n2k

setelah semua deburan ombak penantian
dalam pengharapan siang-malam bergantian
berakhir hanya dalam beberapa deringan
dalam untaian kata yang menghilangkan kehausan

ketika semua hasrat jiwa ini
mendapatkan sebuah jawaban
tak terbayang betapa seorang punuk ini
dapat merasa belaian hangat sang bulan

tak dapat sepatah kata lain terucapkan
pun tak sedikitpun rasa bahagia tersembunyikan
berbaur berbagai senang yang lama terlupakan

selain berjuta pujian atas segala berkahMu
atas segala nikmat yang  didapatkan dariMu
dan betapa tidak berdayanya aku ini dihadapanMu

luruskanlah niat dari rasa yang datang ini
berikanlah kebersihan hati dalam makna iklash
kesempatan di dalam sebuah pertalian ibadah
di dalam persingahan yang singkat ini

dan di dalam kekalnya naungan nikmatMu
dalam menyempurnakan separuh yang keyakinanku

21:33 06/11/2007

sebuah raungan dari dasar hati

October 28th, 2007 by h4n2k

setelah keunikan dalam sebuah peristiwa
dan berbagai hal yang tidak biasa
membayangi malam-malam dengan penuh kelembutan
mengantarkan ke lain dunia dengan penuh keindahan

telah lama terpendam keinginan
rasa gatal yang tidak dapat digaruk
apalah daya seorang punuk yang rendah ini
untuk merindukan bulan yang begitu terang meneranginya
hanya dapat menyimpannya ke dalam sebuah ruang dalam raga

kini tibalah hatiku pada ujung perasaan
hingga akhirnya kuungkapkan semua hasrat jiwa
dimana aku sangat menginginkannya
dan…terucaplah sebuah keinginan

besar harapan untuk menjadi
meskipun nantinya apapun kan terjadi
dan kukumpulkan segala kejernihan hati
untuk menerima apa yang akan terjadi

tunjukkanlah hambamu ini jalan yang lurus
jadikanlah ini semua membawa berkah
bersihkanlah semuanya dengan kemahaanMu
berilah kesempatan untuk menyempurnakan separuh apa yang kuyakini
dan melaksanakannya dengan semua kecintaanku padaMu

07:16 29/10/2007